Jumat, 05 Agustus 2016

profil desa karangjunti



DESA KARANGJUNTI
Sejarah Desa Karangjunti
Pada zaman dahulu hidup seorang yang sangat kaya  dan sangat disegani karena dia merupakan orang yang sangat dermawan dan berilmu tinggi. Di Desa Karangjunti ia tinggal orang tersebut  bernama H. Abu Bakar yaitu orang terkaya di kampung ini (yang sekarang disebut Desa Karangjunti). Desa ini dulunya memang desa yang banyak pendatang dan menetap didesa karangjunti.
Sehingga nama desa tersebut awal mulanya ada sekelompok perampok yang mau masuk mencuri barang-barang yang ada di rumah Bapak H. Abu Bakar tersebut, namun sekelompok orang itu bukannya merampok malah semuanya tidur di pekarangan kebon jati, setelah bangun sekelompok orang itu dijamu dan diberi makan oleh Bapak H. Abu Bakar tersebut dan tak tahu kenapa orang yang tadinya berencana untuk merampok itu menjadi insyaf dan menyadari bahwa perbuatannya itu adalah salah. Sehingga oleh Bapak itu kampung ini disebutnya Desa Karangjunti. Itulah sekelumit/sepintas tentang terjadinya desa Karangjunti.

Profil dan Sejarah Desa Karangjunti
Karangjunti adalah salah satu desa  di kecamatan Losari, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Mayoritas penduduknya adalah sebagai petani, sebagian lagi sebagai pedagang, Pegawai Negri dan lain lain. Pertanian di desa Karangjunti sebenarnya belum sepenuhnya bisa mensejahterakan masyarakatnya. Kebanyakan petani di sini masih bercocok tanam padi sebagai andalan utamanya kemudian diselingi Kacang kedelai dan Kacang Hijau. Hanya sebagian kecil saja yang menanam Bawang, Cabe Merah dan Holtikultura lainnya. Selain itu juga penerapan cara olah tani di Desa Karngjunti masih menggunakan cara konvensional yang diwariskan turun temurun oleh pendahulunya. Sebagian petani hanyalah petani penyewa lahan, artinya sebenernya sebagai petani tidak memiliki lahan sendiri melainkan menyewa per tahun kepada pemilik lahan / sawah.


Peranan Sumber Daya Alam Desa Karangjunti Dalam Pembangunan
Desa Karangjunti merupakan desa yang berada di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes tidak berbeda dengan desa – desa yang lain di kecamatan Losari Desa Karangjunti Merupakan Desa yang Masyarakatnya dengan Mata Pecaharian sebagai Petani dan Peternak. Oleh karena itu tanah di desa kami sangatlah subur sehingga masyarakat desa Karangjunti perlu menggali Potensi yang ada di desa seperti Becocok tanam Padi, jagung kedelai dan jenis palawija lain.
Sumber daya alam yang merupakan anugerah yang perlu disyukuri, sebab tidak semua Desa memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan lengkap. Sumber daya alam seperti lahan pertanian dengan segala isinya, hasil pertanian sudah sewajarnya digunakan untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakatnya diantaranya :
 Pertanian
Sumber daya alam memiliki peranan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk memudahkan pengkajiannya, pemanfaatan SDA dibagi berdasarkan sifatnya, yaitu Sumber Daya Alam hayati dan nonhayati.
Tanah termasuk salah satu sumber daya alam hayati yang penting untuk menunjang pertumbuhan penduduk dan sebagai sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup. Pertumbuhan tanaman pertanian dan Peternakan di Desa Karangjunti. Pengelolaan sumber daya ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertambahan penduduk. Desa Karangjunti memiliki luas lahan pertanian sekitar  210 HA yang semua itu sangat produktif sebagai lahan pertanian yang bisa ditanami padi, kedelai jagung dan jenis palawija lainya.
Perkembangan sub sector pertanian tanaman pangan di Desa Karangjunti Berdasarkan data yang diperoleh komoditi yang dominan dikembangankan meliputi: padi sawah menempati areal dengan jumlah produksi 76,50 ton. Jumlah Produksi Pertanian Tanaman Pangan di Desa Karangjunti
Jenis komoditi yang dikembangkan pada sub sector tanaman holtikultura sayuran antara lain; Terong, Kacang Panjang, cabai Timun  dan bawang


Pemerintahan Desa
Pada zaman penjajahan Belanda Desa Karangjunti dipimpin oleh seorang Kepala Desa dengan urutan sebagai berikut:
1.   Bapak Lot
2.   Bapak Sardeli
3.   Bapak H.Abdul Hamid Abbas menjabat dari tahun 1970 sampai dengan tahun 1988.
4.   Bapak Sultoni menjabat dari tahun 1989 sampai dengan tahun 2007,dan
5.   Ibu Dra. Raudloh Hamid Abbas menjabat dari tahun 2007 sampai tahun 2013
6.   Ibu Zaenab sampai sekarang  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar